Lampung Tengah, 01 Juli 2026 – Membangun peradaban yang beradab tidaklah dimulai dari kekosongan, melainkan dengan merawat akar sejarah dan meneguhkan sanad keilmuan serta perjuangan. Semangat inilah yang melandasi rombongan Pimpinan Cabang (PC) Muslimat NU Lampung Tengah dalam Rihlah Religi (Silaturahmi dan Ziarah Wali) yang dilaksanakan pada tanggal 25 hingga 30 Juni 2026.
Lebih dari sekadar kunjungan wisata religi, perjalanan lintas provinsi ini menjadi bukti nyata komitmen PC Muslimat NU Lampung Tengah untuk senantiasa “ngalap berkah” (mencari keberkahan) dari para Auliya’ dan kiai-sepuh. Rangkaian kegiatan ini merupakan upaya untuk memperkuat spritualita, mengokohkan soliditas organisasi, dan menyerap energi positif dari tokoh-tokoh kunci Nahdlatul Ulama.
Jejak Wali dan Cahaya Keberkahan
Perjalanan selama enam hari tersebut membawa rombongan Muslimat NU Lampung Tengah berziarah ke makam-makam para penyebar agama Islam terkemuka (Wali Songo) di sepanjang jalur Pantura. Suasana khidmat selalu menyelimuti setiap tabarukan yang dilaksanakan. Pembacaan Tahlil, Yasin, dan shalawat menggema, menjadi medium munajat untuk kedamaian negeri, kemaslahatan umat, serta kemajuan organisasi Muslimat NU.
Rihlah ini menjadi momen introspeksi dan penguat iman. Setiap tempat ziarah menceritakan kisah perjuangan dakwah yang gigih, mengingatkan para kader Muslimat NU akan besarnya tanggung jawab untuk melanjutkan estafet perjuangan Islam yang rahmatan lil ‘alamin.
Puncak Silaturahmi: Menemui Sang Rais ‘Ali
Salah satu agenda terpenting dan paling dinantikan dalam rangkaian Rihlah Religi ini adalah kunjungan silaturahmi ke kediaman KH. Chalwani Nawawi. Rombongan PC Muslimat NU Lampung Tengah disambut hangat di Kompleks Pondok Pesantren An-Nawawi, Berjan, Gebang, Purworejo, Jawa Tengah.
Pertemuan ini menjadi momen yang sangat berharga dan penuh makna. KH. Chalwani Nawawi bukan sekadar pengasuh pondok pesantren yang kharismatik, namun beliau adalah figur kunci dalam tubuh Nahdlatul Ulama, yakni sebagai Rais ‘Ali Jam’iyyah Ahlith Thariqah al-Mu’tabarah an-Nahdliyyah (JATMAN). Kehadiran beliau sebagai representasi puncak pemegang otoritas spiritual Thariqah di bawah naungan NU memberikan nuansa takzim yang mendalam bagi seluruh rombongan Muslimat NU Lampung Tengah.
Momen hangat ini terdokumentasi dengan sangat baik dalam foto berikut:

Foto ini menunjukkan kedekatan yang hangat dan rasa hormat yang mendalam antara pengurus PC Muslimat NU Lampung Tengah dengan KH. Chalwani Nawawi (yang duduk di tengah di antara kiai lainnya, didampingi pengurus PC Muslimat Lampung Tengah di sekelilingnya). Senyum ketulusan dan ekspresi khidmat dalam foto ini menceritakan lebih dari sekadar kata-kata.
Pesan dan Keberkahan dari Purworejo
Dalam kesempatan tersebut, Kiai Chalwani Nawawi berkenan memberikan tausiyah dan nasehat spiritual yang sejuk. Beliau menekankan pentingnya menjaga ghirah (semangat) dalam berkhidmah di Muslimat NU, dengan senantiasa menjaga keikhlasan hati, ketulusan niat, dan memperbanyak amal saleh serta shalawat. Nasehat-nasehat beliau menyejukkan hati dan menjadi bekal berharga bagi para kader dalam menjalankan tugas-tugas organisasi di Lampung Tengah.
“Silaturahmi ke para guru, ke para pengasuh, dan ke pemegang sanad adalah cara kita menyambungkan ruh kita dengan para pendahulu,” ujar beliau (atau narasi yang setara). Beliau juga mendoakan agar Muslimat NU Lampung Tengah senantiasa diberikan kelancaran, kekompakan, dan keberkahan dalam setiap langkah perjuangannya.
Misi Lanjutan: Kembali untuk Berkhidmat
Perjalanan Rihlah Religi PC Muslimat NU Lampung Tengah pada 25-30 Juni 2026 berakhir dengan penuh kesan mendalam. Sambutan hangat di Purworejo dan keberkahan doa dari KH. Chalwani Nawawi menjadi energi baru yang sangat besar.
Seluruh rombongan kembali ke Lampung Tengah dengan hati yang lapang, jiwa yang tenang, dan semangat yang menyala. Kebahagiaan dan keberkahan yang didapat dari Purworejo dan perjalanan ziarah ini akan diwujudkan dalam bentuk khidmat nyata yang lebih baik bagi keluarga, masyarakat, dan organisasi, demi menegakkan syiar Islam ahlussunnah wal jama’ah an-nahdliyyah.
(Redaksi)








